Manfaat Berenang bagi Bayi

Manfaat Berenang bagi Bayi

Anak kembar di UK berenang di kolam yang dalam

Muslimahzone.com – Mengajak bayi berenang mungkin masih menjadi hal yang aneh di sebagian masyarakat kita. Mengingat bayi masih sangat lemah untuk diajak beraktifitas yang memerlukan gerak tubuh yang aktif seperti berenang sehingga mereka terlalu khawatir mengajak bayi bermain-main di air. Tetapi ternyata, manfaat berenang bagi bayi sangat banyak.

Bermain air bisa membuat bayi gembira. Amati saja saat ia dimandikan dengan cara yang tepat, ia tampak begitu nyaman. Bukankah saat di alam rahim ia sudah terbiasa dengan air? 

Contohnya saja, anak kembar di Inggris, putera dari Victor dan Charlotte Trykush, telah mahir berenang tanpa pelampung di kolam renang yang dalam meski usia mereka baru 10 bulan.

Bayi yang sering diajak bermain di kolam renang, memiliki keseimbangan dan kemampuan memahami lebih baik dibandingkan yang tidak pernah diajak berenang. Keterampilan fisiknya saat dewasa juga akan menjadi lebih baik, hal ini menurut penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Norwegian University of Science and Technology.

Perbedaan ini terlihat bahkan ketika anak-anak sudah berusia lima tahun. Professor Hermundur Sigmundsson dan Profesor Brian Hopkins membandingkan 19 bayi yang sering diajak bermain ke kolam renang dengan 19 bayi yang tidak pernah bermain dalam kolam renang.

Kelompok bayi yang suka berenang, secara teratur dua kali dalam seminggu selama dua jam berenang mulai usia 2-3 bulan sampai sekitar 7 bulan. Saat usia lima tahun, mereka dilihat kemampuannya dalam sebuah sesi khusus, yaitu mengapung di atas air, menyelam, melompat dari tepi kolam, dan menggapai objek yang mengambang.

Para peneliti menemukan hasil mengejutkan, “Kami melihat dengan jelas bahwa bayi itu adalah perenang terbaik dalam latihan yang berkaitan dengan keseimbangan dan kemampuan mencapai sesuatu, “kata Profesor Sigmundsson, Parenting.co.id

Manfaat olahraga renang bagi si kecil

- Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

- Membantu mengenalkan olahraga air, dan mengurangi rasa takut akan air ketika ia tumbuh dewasa.

- Olahraga memerlukan seluruh otot motorik sehingga membantu pertumbuhan otot si kecil, dan olahraga bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

- Mengasah kemandirian, keberanian dan kepercayaan diri serta membantu anak agar tumbuh lebih kuat. Melalui berenang, bayi akan belajar mempertahankan diri ketika ia berenang (karena salah satu fitrah manusia adalah mempertahankan diri), selain itu bayi juga belajar meraih sesuatu ketika ia berenang dengan cara dipancing dengan menggunakan bola atau semacamnya sehingga ia dilatih untuk mandiri.

- Berenang bersama-sama di kolam renang bersama orangtua juga bisa mempererat hubungan anak dan orangtua, dan juga meningkatkan kebersamaan serta kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

Usia berapa bayi  sudahbisa diajak berenang?

Kebanyakan orangtua, menurut survei Water Babies yang dilansir Kompas.com, mengatakan anak-anak sebaiknya mulai belajar berenang mulai usia tiga. Namun faktanya, anak-anak bisa belajar berenang lebih dini lagi.

Bayi pada tahun pertama mengalami perkembangan otak yang tinggi, setiap gerakan akan merangsang perkembangan otak, menguatkan saraf dan membuat kerja otak semakin efisien.

“Bayi usia dua hari pernah belajar berenang bersama kami. Tahun pertama kehidupan bayi sangat krusial terutama dalam perkembangannya. Olahraga rutin turut punya andil besar dalam mendukung tumbuh kembangnya. Air memungkinkan otot bayi bergerak bebas. Latihan di air, cocok untuk anak-anak,” kata Paul Thompson, salah satu pendiri Water Babies.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. 

Bayi berenang

Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah, yang juga mantan perenang pemegang rekor 200 metergaya dada pada 1960-1962.

Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Namun bukan berarti setelah usia itu si kecil jadi tidak bisa berenang. Jika terus dilatih, insya Allah ia akan bisa berenang.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat mengajak bayi berenang

- Perhatikan kondisi kolam renang seperti kebersihan, kejernihan, lantai kolam, suhu air, sinar matahari, angin yang mempengaruhi ombak air, dan jumlah orang yang berenang.

- Orangtua harus mendampingi anak berenang (ini syarat yang paling penting), selain bisa membuat si kecil merasa nyaman, orangtua juga bisa berinteraksi dengan anak sehingga mempererat hubungan dan membuat anak senang.

- Meski bayi normalnya bisa langsung mengapung, tetapi demi keamanan gunakanlah pelampung  seperti Neck Ring yang sesuai dengan ukurannya, dan kondisi tekanan angin pastikan sudah aman.

- Jangan membenamkan kepala bayi ke dalam air, kecuali jika memang si kecil sudah terlatih dan terbiasa berenang.

- Tetap awasi si kecil saat berenang, jangan jauhkan dari jangkauan anda.

- Jika bisa jadilah pelatih pribadi untuk si kecil, atau jika khawatir anda bisa melakukannya dengan bantuan pelatih profesional.

- Jika tangan bayi sudah mulai putih dan mengkerut, itu tanda kegiatan berenang harus sudah selesai. Normalnya sekitar 15-20 menit tergantung suhu air dan udara.

- Jangan lupa bawa minyak telon, baju yang hangat/jaket dan kaos kaki, agar si kecil tidak kedinginan setelah berenang.

- Siapkan keperluan-keperluan si kecil lainnya, seperti makanan dan minumnya.

Berenang dianjurkan Rasulullah 

Berdasarkan beberapa hadits, Rasulullah Muhammad shalalalahu ‘alaihi wa sallam ternyata yang lebih dahulu mengjanjurkan mengajarkan berenang kepada anak-anak. 

Dalam sabdanya berikut, Rasulullah menyebut soal belajar renang:

كُلُّ شَيْءٍ لَيْسَ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَهُوَ لَهُوٌ أَوْ سَهْوٌ إِلَّا أَرْبَعَ خِصَالٍ: مَشْيُ الرَّجُلِ بَيْنَ الْغَرَضَيْنِ، وَتَأْدِيبُهُ فَرَسَهُ، ومُلَاعَبَةُ أَهْلِهِ، وَتَعَلُّمُ السِّبَاحَةِ
 
“Segala sesuatu selain dzikir kepada Allah adalah sendau gurau atau hal yang melalaikan kecuali 4 hal; seseorang berjalan di antara dua target panahan, melatih kudanya, mencumbu istrinya dan belajar renang. [1]
 
Dalam hadits selanjutnya, juga disebutkan Rasulullah menganjurkan ummatnya untuk mengajari anak-anak mereka berenang:
 
عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” عَلِّمُوا أَبْنَاءَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ، وَالْمَرْأَةَ الْمِغْزَلَ
 
“dari ibnu umar radhiyallahu ‘anhuma berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ajarilah anak-anak laki-laki kalian berenang dan memanah, dan ajarilah anak perempuan memintal (menenun) kain.” [2]
 
عَنْ أَبِي رَافِعٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَلِلْوَلَدِ عَلَيْنَا حَقٌّ كَحَقِّنَا عَلَيْهِمْ؟ قَالَ: ” نَعَمْ، حَقُّ الْوَلَدِ عَلَى الْوَالِدِ أَنْ يُعَلِّمَهُ الْكِتَابَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَالرَّمْيَ، وَأَنْ يُؤَدِّبَهُ طَيِّبًا
 
“Dari abu rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Saya bertanya: “wahai rasulullah, apakah anak memiliki hak atas kami sebagaimana kami memiliki hak atas mereka?” Beliau menjawab: “Ya, hak anak atas orang tuanya adalah orang tuanya mengajarinya menulis, berenang, memanah dan orang tuanya mendidiknya secara baik-baik.” [3]
 
Keterangan: 
 
[1] HR. Ath-Thabarani dalam al-mu’jam al-awsath dan al-mu’jam al-kabir no. 1785 serta al-baihaqi dalam as-sunan al-kubra no. 19741. Hadits ini dinyatakan shahih oleh syaikh muhammad nashiruddin al-albani dalam silsilah al-ahadits ash-shahihah no. 315 dan shahih at-targhib wa at–tarhib.
 
[2]  HR. al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 8297.
 
[3] HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul iman no. 8298. Tetapi, imam al-baihaqi setelah meriwayatkan hadits ini mengatakan: “Perawi Ubaid (bin Ishaq bin Mubarak Al-Athar) adalah perawi yang munkar.” Dalam ilmu hadits, munkar itu artinya sangat lemah, hadits ini dha’if. Tetapi isinya bisa diamalkan, karena ada banyak hadits lain yang memerintahkan memanah dan renang seperti hadits sebelumnya.
 
Wallahu a’alam bish shawab.
 
Catatan: keterangan ilmiah dari berbagai sumber
 
(zafaran/muslimahzone.com)

Baca juga:

Bagaimana menurut Anda?

Kajian

Antara Puasa Qadha dan Syawal

Antara Puasa Qadha dan Syawal

MuslimahZone.com – Bulan Syawal telah tiba. Di bulan ini ada ibadah sunnah [...]

Chatting dengan Lawan Jenis Bukan Muhrim, Bolehkah?

MuslimahZone.com – Sebagaimana yang kita ketahui bahwa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan [...]

Wanita I’tikaf di Rumahnya

MuslimahZone.com – Bolehkah Wanita Itikaf di Mushola dalam Rumah? Jawab: Bismillah was [...]

Kesehatan

Melati Tak Hanya Sekedar Bunga

Melati Tak Hanya Sekedar Bunga

MuslimahZone.com – Manfaat dan khasiat melati sudah dikenal [...]

Manfaat Besar Air Kelapa Untuk Kesehatan

MuslimahZone.com – Kelapa adalah buah yang banyak terdapat [...]

12 Makanan Sahur yang Sangat Baik Bagi Ibu Menyusui

Muslimahzone.com – Wanita yang sedang hamil dan menyusui [...]